top of page
Monotheisme Yesus
Ringkasan Eksekutif Yesus Kristus secara eksplisit menegaskan keesaan Allah yang tunggal. Contohnya, Yesus mengutip Syahadat “Dengarlah, hai Israel: TUHAN Allah kita, TUHAN itu esa” (Ulangan 6:4) dalam Markus 12:29–30[1], dan dalam Doa Imam Besar menyebut Bapa-Nya sebagai “satu-satunya Allah yang benar” (Yohanes 17:3[2]). Pendekatan historis-grammatis dan sosio-retoris menggarisbawahi konteks Yahudi monoteistik zaman Bait Suci Kedua. Yesus berbicara kepada orang Yahudi taat,
22 jam yang lalu


MONOTEISME PAULUS
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono 1 Korintus 8:4-6 “Satu Allah, yaitu Bapa, dari-Nya Segala Sesuatu; dan Satu Tuhan, Yesus Kristus, melalui-Nya Segala Sesuatu” Abstrak 1 Korintus 8:4–6 merupakan salah satu formulasi monoteisme paling padat dalam surat-surat Paulus. Di tengah lingkungan religius Korintus yang mengenal banyak theoi (“allah-allah”) dan banyak kyrioi (“tuan-tuan”), Paulus menegaskan dua proposisi yang tidak boleh dipisahkan dari konteksnya: “tidak ada Allah selain s
2 hari yang lalu


KENOSIS
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Kata kunci kenosis (κένωσις, kenōsis) berasal dari kata kerja Yunani κενόω (kenóō, “mengosongkan”), yang dalam konteks Filipi 2:5–11 menggambarkan tindakan Kristus yang “mengosongkan diri” (ἐκένωσεν). Etymologi dan penggunaan kata ini dicatat dalam leksikon Yunani kuno sebagai “mengosongkan, menghilangkan isi”. Dalam teks Filipi, perikop 2:5–11, sering disebut Kristus-hymn atau kenosis hymn, diyakini sebagai tradisi liturgis Kristen mula-mula (m
3 hari yang lalu


PEMILIHAN PEMIMPIN THEOKRASI
Pdt.Dr. Timotius Bakti Sarono Dalam kerangka Alkitab, teokrasi bukan sekadar pemerintahan yang memakai nama Tuhan atau memilih pemimpin yang dianggap “rohani”. Teokrasi berarti Allah dipandang sebagai penguasa tertinggi, sedangkan manusia yang memimpin hanyalah wakil yang berada di bawah hukum, kehendak, dan koreksi Allah. Karena itu, pemilihan pemimpin dalam sistem yang mengklaim teokratis justru harus memiliki standar yang lebih ketat daripada sistem kepemimpinan biasa. Tat
3 hari yang lalu


BAHAYANYA THEOKRASI
Pemilihan seorang pemimpin yang mengklaim bahwa pemerintahannya adalah “teokrasi” membawa konsekuensi yang jauh lebih serius daripada sekadar memilih pemimpin politik biasa, sebab legitimasi kekuasaan tidak lagi hanya dikaitkan dengan mandat rakyat, hukum, atau konstitusi, tetapi dengan klaim bahwa pemimpin tersebut mewakili kehendak Allah. Masalah utamanya bukan pada gagasan bahwa Allah berdaulat. Dalam teologi Alkitab, justru Allah-lah Raja yang sesungguhnya. Bahayanya munc
4 hari yang lalu


BAHAYA EDEN FIGURATIF
Ringkasan Eksekutif Penafsiran alegoris tentang Taman Firdaus dan Pohon Pengetahuan menempatkan narasi Kejadian sebagai simbol atau kiasan spiritual, bukan sebagai peristiwa sejarah nyata. Metode semacam ini (sensus kiasan, alegori, demitologisasi modern) banyak dikembangkan oleh para teolog seperti Origenus dan sejumlah aliran liberal modern. Akibatnya, doktrin klasik seperti dosa asal, keperluan penebusan Kristus, Kristologi, serta pemahaman sakramental dapat terkikis. Misa
5 hari yang lalu


Yesus Sang Theos
Mengapa Yesus Jarang Disebut θεός dalam Perjanjian Baru? Kajian Leksikal, Gramatikal, Historis, dan Ontologis Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Kesimpulan eksekutif Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa kelangkaan gelar θεός (theos, “Allah/God”) bagi Yesus di Perjanjian Baru bukan bukti sederhana bahwa para penulis PB menolak keilahian Yesus. Secara leksikal, θεός memang hampir selalu menunjuk kepada Allah Israel yang dalam relasi Kristologis disebut “Bapa,” sedangkan gel
5 hari yang lalu


Monotheisme Perjanjian Baru
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono,MA,M.Pd.K,M.Th Monoteisme dalam Perjanjian Baru: Perspektif Yesus, Paulus, dan Petrus Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Monoteisme Perjanjian Baru Menurut Yesus dan Paulus: Analisis Teologis, Biblis, Historis, dan Trinitarian Ringkasan Eksekutif Yesus dan Paulus sama-sama berdiri secara tegas di dalam monoteisme Israel, tetapi keduanya mengekspresikannya dalam konfigurasi kristologis yang berbeda. Dalam Markus 12:29–34, Yesus mengutip Shema denga
5 hari yang lalu


KETUHANAN YESUS YANG DIRAGUKAN
Kisah Para Rasul 2:36 KETUHANAN YESUS DIPERTARUHKAN Kajian Teks Bizantin, Etimologi, Morfologi, Sintaksis, Konteks Lukas–Kisah Para Rasul, dan Kristologi Dogmatis Abstrak Kisah Para Rasul 2:36 merupakan salah satu teks kristologis Perjanjian Baru yang paling mudah disalahpahami: “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Pembacaan superfisial terhadap ungkapan Yunani κύριον καὶ χριστὸ
28 Agu


Pemerintahan Teokrasi
TEOKRASI Dari Pemerintahan Israel Kuno hingga Bayang-Bayang Otokrasi Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Teokrasi dalam Perjanjian: Kedaulatan Allah, Legitimasi Manusia, dan Batas-Batas Kekuasaan Sakral Ringkasan eksekutif Teokrasi, dalam arti teologis yang paling ketat, bukanlah “pemerintahan para rohaniwan”, melainkan tatanan yang mengakui bahwa kedaulatan terakhir berada pada Allah. Yosefus, yang memperkenalkan istilah Yunani theokratia dalam Against Apion II.164–165, membedaka
27 Agu


KESELAMATAN YHWH & JESUS KRISTUS
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono AKULAH YAHWE dan tidak ada juru selamat selain AKU (Yes 43:11) dan Klaim Eklusif keselamatan tentang Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru Ringkasan Eksekutif Pertanyaan pokok artikel ini adalah apakah pernyataan Deutero-Yesaya bahwa YHWH satu-satunya penyelamat—terutama Yesaya 43:10–13 dan 45:5–7, 18–25—menunjuk kepada “entitas ilahi yang sama” dengan klaim-klaim Perjanjian Baru bahwa keselamatan tidak terdapat di luar Yesus, terutama Kisah Para
26 Agu


Jembatan monotheisme dan Tritunggal
Monoteisme Yahudi, Kabbalah, dan Tritunggal Kristen Pdt. Dr. Timotius Bakti Saarono Ringkasan eksekutif Draf yang paling kuat secara akademis sebaiknya tidak berusaha membuktikan bahwa Kabbalah identik dengan Tritunggal, melainkan membangun sebuah jembatan konseptual terbatas: bagaimana keesaan Allah dapat dibicarakan bersama dengan diferensiasi internal, manifestasi, agensi, atau relasi tanpa serta-merta berubah menjadi politeisme. Pendekatan ini selaras dengan penelitian me
26 Agu
BAPA DAN AKU SATU
MAKNA KRISTOLOGIS "AKU DAN BAPA ADALAH SATU" (YOHANES 10:30): KAJIAN FILOLOGIS, EKSEGETIS, DAN HISTORIS-DOGMATIS ATAS KESATUAN ESENSI DAN SERUAN ELOI ELOI LAMA SABAKHTANI Jurnal Teologi Sistematika dan Biblika Kajian Lepas — Bidang Kristologi Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Jurnal Teologi Sistematika dan Biblika Abstrak Artikel ini mengkaji secara filologis, eksegetis, dan historis-dogmatis pernyataan Yesus dalam Yohanes 10:30, "Aku dan Bapa adalah satu" (ἐγὼ καὶ ὁ πατὴρ ἕν ἐσ
26 Agu


Ontologi Kristologis dan Monoteisme : Analisis Biblika Teologis atas Keilahian Yesus, Penyembahan, Doa, dan Tahta Eskatologis
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono,MA,M.Th,M.Pd.K Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Introduksi Teologis: Navigasi Kristologi Biblika dan Monoteisme Penyelidikan mengenai identitas keilahian Yesus Kristus (deitas Christi) dalam konteks Perjanjian Baru merupakan salah satu fondasi utama pembentukan dogma Kristen. Kerangka berpikir para penulis Perjanjian Baru berakar secara tidak terpisahkan pada monoteisme Yahudi masa Bait Allah Kedua yang berpusat pada Shema Yisrael sebagaimana terc
25 Agu


Perdebatan fakta dan historis Si eden
Taman Eden: Historis-Literal atau Figuratif? Pemetaan Perdebatan teologis Lintas Tradisi Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Tidak ada satu jawaban tunggal: perdebatan tentang apakah narasi Eden (Kejadian 2-3, termasuk Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat) bersifat historis-literal atau figuratif membelah semua tradisi Kristen utama, tetapi konsensus lintas-tradisi yang muncul adalah bahwa poin teologisnya (dosa, kematian, keterasingan dari Allah, dan Kristus sebagai Adam kedua) dipe
24 Agu


Kapan ketuhanan Yesus?
“ALLAH TELAH MEMBUAT-NYA MENJADI TUHAN DAN KRISTUS” Hermeneutika Kisah Para Rasul 2:36 Etimologi • Morfologi • Teks Bizantin • Kristologi Kebangkitan Kajian akademis, teologis, dan biblis Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Abstrak Kisah Para Rasul 2:36 sering dibaca seolah-olah Yesus baru memperoleh hakikat ilahi setelah menyelesaikan karya-Nya, mati, dan dibangkitkan. Pembacaan itu tidak memadai. Secara gramatikal, ayat ini tidak menyebut Yesus sebagai theos (Allah), melaink
24 Agu


BAHAYANYA SKANDAL FIGURATIF TAMAN EDEN
Argumen pihak yang menilai penafsiran "Eden sepenuhnya figuratif" berisiko 1. Fondasi doktrin dosa asal dan paralel Adam–Kristus Argumen utama berpusat pada Roma 5:12-21 dan 1 Korintus 15:21-22, di mana Paulus membangun paralel langsung antara Adam sebagai kepala federal umat manusia yang jatuh dan Kristus sebagai kepala federal yang menebus. Bagi banyak teolog sistematika, paralel ini bekerja secara logis-teologis hanya jika Adam adalah figur historis riil, sebagaimana Krist
24 Agu


Hilangnya Eden dan Pohon kehidupan
1. Lokasi Eden menurut teks (Kejadian 2:10-14) Teks sendiri memberi penanda geografis yang cukup spesifik: "Adapun sungai yang mengalir dari Eden... lalu terbagi menjadi empat cabang. Yang pertama, Pison... Yang kedua, Gihon... yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kus. Yang ketiga, Tigris... yang keempat, Efrat." Dua sungai — Tigris (Hiddekel) dan Efrat — masih ada sampai sekarang, mengalir dari dataran tinggi Anatolia (Turki) melalui Mesopotamia (Irak modern) ke Teluk Pe
24 Agu


Skandal Pohon terkutuk
Thought for 13s Pohon Eden dan Kayu Golgota: Tipologi, Etimologi, dan Makna Teologis Pembalikan (reversal) antara pohon yang membawa kejatuhan dan kayu yang membawa keselamatan. 1. Kerangka Tipologi: Dua "Pokok" dalam Sejarah Keselamatan Dalam teologi biblika, "pohon" di Eden (Kej. 2:9, 17) dan "kayu" salib bukan dua objek yang kebetulan sama-sama terbuat dari kayu — keduanya difungsikan Alkitab dan tradisi gerejawi sebagai locus keputusan eksistensial umat manusia: Pohon Pe
24 Agu


FIRDAUS SEBAGAI REALITAS HISTORIS, GEOGRAFIS, DAN TEOLOGIS:Suatu Kajian Biblis-Teologis atas Eden, Pohon Kehidupan, dan Janji Keselamatan dari Kejadian 3:15 hingga Lukas 23:43
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono,MA,M.Pd ABSTRAK Kajian ini meneliti klaim teologis bahwa Firdaus (Taman Eden) bukanlah sebuah figur sastra atau mitos etiologis, melainkan sebuah realitas historis-geografis yang di dalamnya Allah menempatkan dasar-dasar keselamatan bagi umat manusia. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika historis-gramatikal, penelitian ini menelusuri tiga jalur argumentasi: pertama, argumentasi geografis berdasarkan data toponimi dan hidrologi dalam Kejadi
21 Agu
bottom of page
