top of page


Penyembahan Yesus berhala?
Apakah Yesus Layak Disembah? Analisis Biblis, Teologis, Historis, dan Filosofis Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Ringkasan eksekutif dan penilaian akademik Pertanyaan “apakah Yesus layak disembah?” sebenarnya memuat sedikitnya tiga pertanyaan berbeda: apakah Perjanjian Baru menggambarkan Yesus menerima penyembahan, apakah praktik itu dapat dipertahankan di dalam monoteisme, dan apakah kesimpulan metafisik bahwa Yesus sungguh ilahi dapat dibuktikan hanya dari data historis. Keti
44 menit yang lalu


JURU SELAMAT PL DAN PB SAMAKAH?
Identitas Ilahi dalam Yesaya, Wahyu, Kisah Para Rasul, dan Yohanes: Apakah yang Dimaksud adalah Entitas Ilahi yang Sama? Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Ringkasan eksekutif Pertanyaan “apakah identitas ilahi dalam Yesaya 45:5 dan 43:11 adalah entitas yang sama dengan yang muncul dalam Wahyu 1:8; 21:6; 22:13, Kisah Para Rasul 4:12, dan Yohanes 14:6?” tidak dapat dijawab secara presisi hanya dengan “ya” atau “tidak”, sebab istilah entitas dapat berarti sedikitnya tiga hal berbed
60 menit yang lalu


LB 3 DIMANAKAH KAU?
Lan git Baru dan Bumi Baru Menurut Alkitab: Letak, Makna, Waktu, dan Cara Terjadinya Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Ringkasan eksekutif Pertanyaan “di manakah letak langit baru dan bumi baru?” tidak dijawab Alkitab dengan koordinat geografis atau astronomis. Tidak ada ayat yang mengatakan bahwa “bumi baru” berada di planet lain, di galaksi lain, atau bahwa manusia akhirnya meninggalkan ciptaan material untuk tinggal selamanya di suatu ruang nonmaterial yang disebut “surga.” S
1 jam yang lalu
BAHAYA DARI PRAEKSISTENSI HANYA DI-IDE ALLAH
Ringkasan eksekutif Hipotesis yang dinilai di sini adalah: “pra-eksistensi Kristus hanya dalam ide Allah”, yakni bahwa sebelum konsepsi/kelahiran Yesus tidak ada secara nyata dan personal Sang Anak/Firman/Logos, melainkan Kristus hanya “ada” sebagai rencana, pengetahuan sebelumnya, ketetapan, atau maksud Allah. Dengan kata lain, pra-eksistensi itu ideal/noetis, bukan ontologis-personal. Dalam kerangka Kekristenan Nicea—Reformed, Katolik, dan Ortodoks—posisi ini menimbulkan ma
5 Okt


Eksegesis Mendalam Kisah Para Rasul 2:36
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Ringkasan eksekutif Kisah Para Rasul 2:36 adalah klimaks argumentasi Petrus pada hari Pentakosta: ἀσφαλῶς οὖν γινωσκέτω πᾶς οἶκος Ἰσραὴλ ὅτι καὶ κύριον αὐτὸν καὶ χριστὸν ἐποίησεν ὁ θεός, τοῦτον τὸν Ἰησοῦν ὃν ὑμεῖς ἐσταυρώσατε. Secara sangat literal: “Maka, dengan pasti hendaklah seluruh rumah Israel mengetahui bahwa Allah telah menjadikan dia — yakni Yesus ini yang kamu salibkan — baik Tuhan maupun Kristus.” Teks Indonesia TB menangkap struktur
29 Sep
Ἐγώ εἰμι, YHWH, dan Pra-eksistensi Kristus: Kajian Eksegetis, Historis, dan Mistikal Yahudi
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Ringkasan eksekutif Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa frasa Yunani ἐγώ εἰμι (egō eimi, “aku adalah/akulah”) tidak, sebagai konstruksi gramatikal belaka, merupakan nama ilahi dan tidak selalu menunjuk kepada Yesus. Dalam teks kritis Perjanjian Baru yang dipakai di sini, SBLGNT, rangkaian persis ἐγώ εἰμι muncul 47 kali: 5 kali dalam Matius, 3 dalam Markus, 4 dalam Lukas, 24 dalam Yohanes, 7 dalam Kisah Para Rasul, dan 4 dalam Wahyu. Pem
26 Sep


PRA EKSISTENSI IDEAL DAN PERSONAL
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Tidak setiap ucapan egō eimi berarti “Aku adalah YHWH”. Namun, dalam beberapa bagian Injil Yohanes, ungkapan itu menggemakan penyataan diri Allah dan menempatkan Yesus dalam hubungan yang sangat khusus dengan identitas Allah Israel. Maknanya ditentukan oleh konteks, bukan oleh dua kata itu saja. Untuk menjelaskan kedudukan Yesus dalam monoteisme, kita perlu membaca bersama tiga hal: keesaan Allah, hubungan Yesus dengan Bapa, dan pernyataan tenta
25 Sep


Evolusi monetheisme 3
Monoteisme Relasional: Membaca Ulang "Marilah Kita Menciptakan Manusia" dalam Kejadian 1:26 Pengantar Salah satu ungkapan paling membingungkan—dan paling sering disalahpahami—dalam seluruh narasi penciptaan di Kitab Suci Ibrani adalah kalimat pembuka Kejadian 1:26: "Berfirmanlah Allah, 'Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.'" Mengapa Allah, yang sepanjang teks Perjanjian Lama secara tegas ditegaskan sebagai esa (Ulangan 6:4), justru berbicara dalam ben
9 Sep


Evolusi monotheisme 2
EVOLUSI MONOTEISME DAN KRISTOLOGI LOGOS Suatu Tinjauan Akademis-Teologis atas Inkarnasi Firman dalam Yohanes 1:14 Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Abstrak Artikel ini merupakan hasil penyusunan ulang secara akademis atas materi pengajaran mimbar mengenai konsep Logos dan evolusi pemahaman monoteisme dalam tradisi Israel kuno hingga perumusannya dalam kristologi Perjanjian Baru. Pembahasan difokuskan pada tiga isu utama: (1) pergeseran historis-teologis dari politeisme menuju he
8 Sep


Evolusi Monotheisme
Ringkasan Kotbah sabda kebenaran Part 1 EVOLUSI MONOTEISME Kajian Teologis-Historis atas Perkembangan Bertahap Kepercayaan kepada Allah yang Esa dalam Tradisi Israel Kuno Sebuah Artikel Populer-Ilmiah untuk Kalangan Akademis Abstrak Artikel ini membahas evolusi monoteisme, yaitu proses perkembangan bertahap kepercayaan kepada satu Allah yang esa dalam sejarah agama Israel kuno. Dengan bertumpu pada kajian teologi biblika dan historiografi agama Timur Dekat Kuno, artikel ini m
8 Sep


Konsep Kurios Yahudi
ΚύΡΙΟΣ (KYRIOS) DAN ΘΕΟΣ (THEOS): STUDI ETIMOLOGIS, MORFOLOGIS, SEMANTIS, DAN KRISTOLOGIS TENTANG GELAR YESUS DALAM PERJANJIAN BARU Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Abstrak Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Persoalan mengenai sebutan kyrios (κύριος) bagi Yesus merupakan salah satu persoalan fundamental dalam studi Kristologi Perjanjian Baru. Persoalan tersebut menjadi semakin penting karena Yesus selama pelayanan-Nya di dunia tidak secara konsisten disebut theos (θεός), “Allah”, s
8 Sep
Monotheisme Yesus
Ringkasan Eksekutif Yesus Kristus secara eksplisit menegaskan keesaan Allah yang tunggal. Contohnya, Yesus mengutip Syahadat “Dengarlah, hai Israel: TUHAN Allah kita, TUHAN itu esa” (Ulangan 6:4) dalam Markus 12:29–30[1], dan dalam Doa Imam Besar menyebut Bapa-Nya sebagai “satu-satunya Allah yang benar” (Yohanes 17:3[2]). Pendekatan historis-grammatis dan sosio-retoris menggarisbawahi konteks Yahudi monoteistik zaman Bait Suci Kedua. Yesus berbicara kepada orang Yahudi taat,
4 Sep


MONOTEISME PAULUS
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono 1 Korintus 8:4-6 “Satu Allah, yaitu Bapa, dari-Nya Segala Sesuatu; dan Satu Tuhan, Yesus Kristus, melalui-Nya Segala Sesuatu” Abstrak 1 Korintus 8:4–6 merupakan salah satu formulasi monoteisme paling padat dalam surat-surat Paulus. Di tengah lingkungan religius Korintus yang mengenal banyak theoi (“allah-allah”) dan banyak kyrioi (“tuan-tuan”), Paulus menegaskan dua proposisi yang tidak boleh dipisahkan dari konteksnya: “tidak ada Allah selain s
3 Sep


KENOSIS
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Kata kunci kenosis (κένωσις, kenōsis) berasal dari kata kerja Yunani κενόω (kenóō, “mengosongkan”), yang dalam konteks Filipi 2:5–11 menggambarkan tindakan Kristus yang “mengosongkan diri” (ἐκένωσεν). Etymologi dan penggunaan kata ini dicatat dalam leksikon Yunani kuno sebagai “mengosongkan, menghilangkan isi”. Dalam teks Filipi, perikop 2:5–11, sering disebut Kristus-hymn atau kenosis hymn, diyakini sebagai tradisi liturgis Kristen mula-mula (m
2 Sep


PEMILIHAN PEMIMPIN THEOKRASI
Pdt.Dr. Timotius Bakti Sarono Dalam kerangka Alkitab, teokrasi bukan sekadar pemerintahan yang memakai nama Tuhan atau memilih pemimpin yang dianggap “rohani”. Teokrasi berarti Allah dipandang sebagai penguasa tertinggi, sedangkan manusia yang memimpin hanyalah wakil yang berada di bawah hukum, kehendak, dan koreksi Allah. Karena itu, pemilihan pemimpin dalam sistem yang mengklaim teokratis justru harus memiliki standar yang lebih ketat daripada sistem kepemimpinan biasa. Tat
2 Sep


BAHAYANYA THEOKRASI
Pemilihan seorang pemimpin yang mengklaim bahwa pemerintahannya adalah “teokrasi” membawa konsekuensi yang jauh lebih serius daripada sekadar memilih pemimpin politik biasa, sebab legitimasi kekuasaan tidak lagi hanya dikaitkan dengan mandat rakyat, hukum, atau konstitusi, tetapi dengan klaim bahwa pemimpin tersebut mewakili kehendak Allah. Masalah utamanya bukan pada gagasan bahwa Allah berdaulat. Dalam teologi Alkitab, justru Allah-lah Raja yang sesungguhnya. Bahayanya munc
31 Agu


BAHAYA EDEN FIGURATIF
Ringkasan Eksekutif Penafsiran alegoris tentang Taman Firdaus dan Pohon Pengetahuan menempatkan narasi Kejadian sebagai simbol atau kiasan spiritual, bukan sebagai peristiwa sejarah nyata. Metode semacam ini (sensus kiasan, alegori, demitologisasi modern) banyak dikembangkan oleh para teolog seperti Origenus dan sejumlah aliran liberal modern. Akibatnya, doktrin klasik seperti dosa asal, keperluan penebusan Kristus, Kristologi, serta pemahaman sakramental dapat terkikis. Misa
31 Agu


Yesus Sang Theos
Mengapa Yesus Jarang Disebut θεός dalam Perjanjian Baru? Kajian Leksikal, Gramatikal, Historis, dan Ontologis Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Kesimpulan eksekutif Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa kelangkaan gelar θεός (theos, “Allah/God”) bagi Yesus di Perjanjian Baru bukan bukti sederhana bahwa para penulis PB menolak keilahian Yesus. Secara leksikal, θεός memang hampir selalu menunjuk kepada Allah Israel yang dalam relasi Kristologis disebut “Bapa,” sedangkan gel
31 Agu


Monotheisme Perjanjian Baru
Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono,MA,M.Pd.K,M.Th Monoteisme dalam Perjanjian Baru: Perspektif Yesus, Paulus, dan Petrus Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono Monoteisme Perjanjian Baru Menurut Yesus dan Paulus: Analisis Teologis, Biblis, Historis, dan Trinitarian Ringkasan Eksekutif Yesus dan Paulus sama-sama berdiri secara tegas di dalam monoteisme Israel, tetapi keduanya mengekspresikannya dalam konfigurasi kristologis yang berbeda. Dalam Markus 12:29–34, Yesus mengutip Shema denga
31 Agu


KETUHANAN YESUS YANG DIRAGUKAN
Kisah Para Rasul 2:36 KETUHANAN YESUS DIPERTARUHKAN Kajian Teks Bizantin, Etimologi, Morfologi, Sintaksis, Konteks Lukas–Kisah Para Rasul, dan Kristologi Dogmatis Abstrak Kisah Para Rasul 2:36 merupakan salah satu teks kristologis Perjanjian Baru yang paling mudah disalahpahami: “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Pembacaan superfisial terhadap ungkapan Yunani κύριον καὶ χριστὸ
28 Agu
bottom of page
